Fungsi Stabilizer Listrik Leave a comment

Fungsi Stabilizer

Stabilizer memiliki fungsi untuk menjaga voltase listrik agar dapat stabil dan normal. Tegangan yang stabil ini sangat dibutuhkan untuk peralatan elektronik yang Anda miliki. Hal ini digunakan jika voltase listrik yang masuk perangkat sudah tidak normal lagi

Stabilizer juga berfungsi untuk memastikan isolasi daya listrik offset dan outpunya normal dan  juga stabil. Selain itu stabilizer juga digunakn untuk mencegah komponen elektronik rusak akibat arus listrik yang kurang stabil. Filter  yang terdapat pada stabilizer sangat berguna untuk menekan kebisingan dan menetralkan tegangan jika mencapai puncaknya. Selain itu fungsi lain dari stabilizer adalah:

  1. Memperpanjang masa penggunaan alat elektronika
  2. Menjaga agar powe supply stabil
  3. Meredam kebisingan, gangguan dan petir
  4. Melindungsi peralatan elektronik dari tegangan bawaan dan juga tegangan lebih dari induk
  5. Mengurangi tingkat kerusakan komponen elktronik.

Jadi bisa di katakana stabilizer meruapakan solusi untuk menjaga peralatan elektronik yang kita pakai, selain itu biaya yang di keluarkan juga cukup rendah. Nah itu tadi sedikit ulasan mengenai stabilizer. Semoga bermanfaat.

Jenis – Jenis Stabilizer

1. Stabilizer Menggunakan Savro Motor

Stabilizer jenis ini menggunkan motor sarvo di dalamnya, yang nantinya motor akan berputar agar mendapatkan  tegangan listrik yang stabil. Pada stabilizer motor  sarvo ini biasanya membutuhkan waktu sekitar  2  sampai 5 detik untuk mencatat tegangan listrik serta menghilangkan penyaring terhadap gangguan listrik seperti surge, sag, spikes dan petir.

2. Stabilizer Menggunakan Relay

Seperti namanya stabilizer jenis ini memakai relay unuk kinerja si stabilizer. Pada umumnya relay ini di gunakan untuk menormalkan tegangan listrik yang naik turun. Relay sangat responsive terhadap tegangan listrik yang naik turun sehingga stabilizer relay ini bekerja dengan cepat.

Meskipun stabilizer relay ini bekerja dengan cepat tetapi ada sisi kelemahannya yaitu range kesetabilanya masih kurang baik hanya sekitar 5%, tidak itu saja stabilizer jenis ini tidak di lengkapi dengan filter  yang berfungsi menghindari gangguan arus listrik.

3. Stabilizer Menggunakan System Digital Control

Stabilizer jenis ini bisa di katakana lebih modern dari jenis sebelumnya karena bisa di katakan bahwa stabilizer ini merupakan perkembangan dari stabilizer relay, pasalnya stabilizer system digital control ini menggunakan system gabungan yaitu relay dan triac (sejenis transitor).

Jadi stabilizer digital control ini lebih canggih jika di bandingkan dengan jenis sebelumnya yaitu relay dan Stabilizer ini pun di lengkapi dengan filter yang dapat menghambat terjadinya gangguan- gangguan terhadap listrik.

4. Stabilizer Menggunakan System Ferro-Resonant atau Line Conditioner

Stabilizer yang terakhir ini bisa di katakan sebagai jenis stabilizer yang paling canggih dan hkamul di banding stabilizer lainya. Untuk menghadapi masalah tegangan naik turun stabilizer ini hanya membutuhkan waktu sekitar 0,04 detik saja, jadi bisa di katakan bahwa stabilizer jenis ini paling stabil jika di banding dengan lainya.

Selain itu stabilizer ini dapat menyaring filter ganngguan gangguan listrik menggunakan kapasitor dan trafo isolator untuk meredam spike, surge, sug, spikes dan juga petir. Tipe stabilizer ini sering di sebut juga dengan power conditioner atau line conditioner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat with us on WhatsApp
Previous Next
Close
Test Caption
Test Description goes like this
Dapatkan Promo Terbatas (Pesan Via Whatsapp)
Call Now